News

FKPL Pasuruan Gandeng Pesantren, Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan

PASURUAN, antaratoday.com – Pondok pesantren tak hanya dituntut mencetak generasi berilmu dan berakhlak, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran menjaga lingkungan. Potensi inilah yang dibidik Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) Kabupaten Pasuruan melalui pelatihan Training of Trainer (ToT) pengelolaan lingkungan.

Pelatihan tersebut menjadi langkah FKPL untuk menyiapkan kader edukator lingkungan yang mampu menularkan pengetahuan sekaligus menggerakkan perubahan perilaku, dimulai dari lingkungan pesantren hingga masyarakat luas.

Kegiatan yang dipimpin Ahmad Tohir ini mendapat dukungan PT Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEPI). Sejumlah perwakilan pondok pesantren, di antaranya Neng Ila dan Neng Hajar, turut hadir untuk mendukung penguatan edukasi lingkungan di lingkungan pendidikan keagamaan.

Melalui pola Training of Trainer, peserta tidak hanya ditempatkan sebagai penerima materi. Mereka diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan edukasi lingkungan dengan menyampaikan kembali pengetahuan dan praktik pengelolaan lingkungan kepada santri, pengelola pesantren, serta komunitas di sekitarnya.

Langkah tersebut penting mengingat persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan melalui kampanye atau sosialisasi sesaat. Dibutuhkan perubahan kebiasaan yang dimulai dari aktivitas sederhana, seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah, mengelola limbah, hingga membangun lingkungan yang bersih dan sehat.

Pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat perubahan tersebut. Kehidupan santri yang berlangsung dalam komunitas dengan aktivitas sehari-hari yang terstruktur memungkinkan pembiasaan perilaku ramah lingkungan diterapkan secara kolektif dan berkelanjutan.

Dukungan CCEPI dalam kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan organisasi masyarakat dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi berlanjut dalam penerapan praktik pengelolaan lingkungan secara nyata.

Bagi FKPL Kabupaten Pasuruan, keberhasilan edukasi lingkungan bukan semata diukur dari banyaknya peserta yang mengikuti pelatihan, melainkan dari kemampuan mereka menggerakkan orang lain dan menghadirkan perubahan di lingkungan masing-masing.

Dengan melibatkan pesantren, FKPL berupaya memperluas gerakan peduli lingkungan melalui lembaga pendidikan yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Harapannya, pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi salah satu pusat lahirnya budaya hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. (Tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup