300 Kios Pasar Kepulungan Terbakar, Pedagang Kini Menanti Pasar Kembali Hidup
PASURUAN, antaratoday.com – Dua hari pasca kebakaran hebat yang menghanguskan sekitar 300 dari total 360 kios dan lapak di Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, denyut nadi perekonomian di sana seolah terhenti. Aktivitas perdagangan belum juga kembali normal, menyisakan duka mendalam sekaligus harapan besar dari para pedagang agar pasar mereka bisa segera bangkit.
Kebakaran yang melanda pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB itu berlangsung mencekam selama kurang lebih empat jam. Meski tidak ada korban jiwa, dua warga dilaporkan mengalami luka ringan. Sementara itu, kerugian materiil akibat amukan si jago merah ditaksir menembus angka Rp2 miliar. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus menyelidiki penyebab pasti kebakaran, dengan dugaan awal akibat korsleting atau gangguan arus pendek listrik.
Kondisi pasar kini berubah drastis menjadi sepi senyap. Nurul Agus Saputra (35), pedagang sayur yang sudah menggantungkan hidupnya di pasar ini selama lebih dari satu dekade, mengaku terpukul karena omzet penjualannya langsung merosot tajam.
“Biasanya kalau malam ada saja yang beli, dan menjelang subuh malah makin ramai. Sekarang sepi sekali,” keluh Nurul.
Meski kios Nurul tidak rata dengan tanah, jilatan api yang begitu besar sempat menghanguskan sebagian sayuran dagangannya dan membuat fasilitas seperti kipas angin miliknya meleleh tak berbentuk.
Bagi Nurul, dan ratusan pedagang lainnya, Pasar Kepulungan bukan sekadar tempat mengais rezeki sehari-hari, melainkan fondasi utama kehidupan keluarga mereka.
“Saya berharap pasar ini segera dibangun kembali agar bisa ramai seperti dulu. Pasar ini adalah gantungan hidup hampir semua pedagang di sini,” harap Nurul.
Pantauan di lokasi pada Senin siang memperlihatkan sisa-sisa kehancuran yang memilukan. Puing-puing bangunan yang gosong masih mengeluarkan asap tipis, diiringi bau sangit yang menyengat di udara.
Pemerintah setempat pun mulai bergerak. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan, Eka Wara Brehaspati, turun langsung meninjau lokasi kebakaran sekaligus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Kepulungan dan pengelola pasar.
Supaat, pengelola Pasar Kepulungan, menjelaskan bahwa asap yang masih mengepul berasal dari bara api yang terperangkap di bawah runtuhan material, terutama dari bahan plastik dan kertas yang mudah terbakar.
“Baranya masih tertimbun di bawah reruntuhan. Kalau ada angin kencang, asapnya muncul lagi,” jelas Supaat.
Merespons bencana ini, Eka Wara menegaskan bahwa langkah penanganan selanjutnya akan segera dibahas bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di tingkat Pemkab Pasuruan.
“Pemkab dipastikan akan mengambil langkah lebih lanjut. Hari ini kami fokus berkomunikasi untuk mengumpulkan segala informasi penting dari Pemdes, pengelola pasar, dan pihak terkait lainnya,” tegas Eka Wara.
Di sisi lain, proses penyelidikan oleh pihak berwajib terus bergulir guna memastikan penyebab pasti petaka ini. Polisi telah mengamankan beberapa barang bukti dari tempat kejadian perkara, termasuk kabel dan token listrik yang kondisinya sudah hangus terbakar. (Por/red)





























