Bupati Pasuruan Siapkan BTT, Pasar Kepulungan Akan Dibangun Semi Permanen

PASURUAN, antaratoday.com — Harapan ratusan pedagang Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, untuk kembali berjualan mulai mendapat kepastian. Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyiapkan dukungan melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membantu pembangunan kembali pasar yang terbakar, dengan salah satu konsep yang disiapkan berupa bangunan semi permanen.

Kepastian tersebut mengemuka setelah Kepala Desa Kepulungan bersama Sekretaris Desa dan Pengelola Pasar Desa Kepulungan bertemu Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat di Kantor Bupati Pasuruan, Kamis (1/10/2026).

Pertemuan itu secara khusus membahas percepatan pemulihan Pasar Kepulungan yang terbakar hebat pada Sabtu (26/9/2026). Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 300 kios dan lapak dari total sekitar 360 unit yang ada di kawasan pasar.

Pengelola Pasar Desa Kepulungan, Supaat, mengatakan pemerintah daerah kini mendorong agar proses pemulihan tidak berlarut. Namun, pembangunan belum dapat langsung dimulai karena kawasan pasar terlebih dahulu harus dibersihkan dari puing-puing kebakaran.

“Alhamdulillah, Bupati sudah siap membantu melalui BTT. Pasar akan dibersihkan dulu, kemudian dari Pemkab akan ada dinas terkait yang turun untuk melakukan asesmen bangunan,” kata Supaat.

Menurut Supaat, asesmen kondisi bangunan menjadi tahapan penting sebelum pembangunan dilakukan. Pemerintah daerah perlu mengetahui kondisi struktur dan tingkat kerusakan kawasan pasar untuk menentukan bentuk penanganan yang tepat.

Salah satu konsep yang tengah disiapkan adalah pembangunan pasar secara semi permanen. Skema tersebut diharapkan dapat menjadi solusi agar aktivitas perdagangan tidak terlalu lama terhenti sembari menyesuaikan kemampuan pembiayaan dan kondisi aset pasar.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat juga telah menyebut BTT sebagai salah satu opsi pembiayaan pemulihan Pasar Kepulungan. Selain BTT, sempat dibahas pula opsi bantuan melalui BPBD dan skema lainnya dengan mempertimbangkan ketentuan penganggaran.

Upaya pemulihan pasar juga tidak hanya diarahkan melalui anggaran pemerintah daerah. Pemkab Pasuruan akan mengupayakan dukungan dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat pembiayaan pemulihan sekaligus mempercepat kembalinya aktivitas perdagangan di Pasar Kepulungan.

“Bupati ingin prosesnya secepat mungkin karena sebentar lagi musim hujan. Kami berharap pembersihan dan tahapan berikutnya bisa segera dilakukan sehingga pasar bisa segera dibangun kembali,” ujar Supaat.

Percepatan menjadi penting karena kebakaran tidak hanya menghancurkan bangunan pasar, tetapi juga memutus aktivitas ekonomi para pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan dari kawasan tersebut.

Sebagai langkah awal, pembersihan kawasan pasar dijadwalkan berlangsung pada Minggu (4/10/2026). Para pedagang bersama sejumlah komunitas relawan menyatakan siap turun langsung membersihkan sisa-sisa kebakaran.

Sehari setelahnya, Senin (5/10/2026), armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan dijadwalkan datang untuk membantu mengevakuasi dan mengangkut puing-puing bekas kebakaran.

“Para pedagang dan beberapa komunitas relawan menyatakan siap membantu pembersihan bekas kebakaran. Minggu kami mulai pembersihannya,” pungkas Supaat.

Langkah tersebut menjadi fase awal sebelum pemerintah melakukan asesmen dan menentukan desain pembangunan kembali Pasar Kepulungan.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur telah melakukan olah tempat kejadian perkara di kawasan pasar pada Rabu (30/9/2026), dengan pemeriksaan antara lain berfokus pada blok selatan yang menjadi salah satu area terdampak parah. (Tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup