Gelaran Kirab Ancak Desa Randupitu. Tradisi, Budaya Hingga Religi
PASURUAN, antaratoday.com – Pesta rakyat, Bermakna, penuh khidmat hingga tradisi leluhur menyatu dalam gelaran kirab Ancak Desa Randupitu Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan pada tahun ini.
Tepat di moment perayaan yang bersamaan dengan maulid nabi Muhammad SAW, Pemdes Randupitu menggelar kegiatan yang berkesan yang dikemas “Babat Alas Randupitu, Raden Singowongso Mindha Pendopo” guna menjaga tradisi leluhur bagi seluruh warga desa khususnya remaja setempat pada Sabtu (05/09).
Dengan memulai perjalan kirab Ancak dari kantor desa setempat hingga selesai di panggung kebesaran yang berlokasi di lapangan desa, tampak tiga dusun mengikuti acara dengan khidmat dengan lantunan sholawat nabi serta penuh kebersamaan hingga dilokasi berakhirnya kirab itu sendiri.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mengenalkan sejarah desa kepada generasi muda dengan tetap mengedepankan unsur budaya dan religi, hingga hiburan rakyat dengan berbagai door prize yang sudah disiapkan oleh panitia pelaksana kegiatan.
Dari pantauan awak media, panitia turut menyediakan beragam hadiah bagi peserta. Hadiah utama berupa sepeda listrik, sedangkan puluhan hadiah lainnya terdiri dari televisi, kulkas, magic com, blender, hingga kipas angin.
Dalam sambutannya, Kades Randupitu Mochammad Fuad menyampaikan rasa syukur dan ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut serta dalam mensukseskan acara tersebut.
“Kirab Ancak ini bukan hanya menjadi kegiatan hiburan dan pembagian hadiah. Tradisi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga sejarah serta warisan leluhur desa Randupitu,” papar Kades Fuad.
Lebih lanjut, Kades Fuad menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya hiburan atau bagi-bagi hadiah, melainkan wujud syukur kami kepada Allah SWT sekaligus upaya merawat sejarah leluhur kami, Raden Singowongso.
Tak hanya menjadi agenda tahunan, ia menjelaskan bahwa kegiatan ancak terse ada nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya harus terus dikenalkan kepada generasi muda agar tetap lestari.
“Semoga melalui kegiatan ini, desa kita semakin berkah, aman, sejahtera, dan generasi muda tidak lupa akan akar budayanya sendiri,” pungkasnya. (por/red)





























