Ikhtiar Spiritual Pemdes Randupitu, Gelar ‘Munajat Cinta’ Setiap Kamis Pon

PASURUAN, antaratoday.com – Menyebut Desa Randupitu, tentu tidak lengkap tanpa menyertakan kata inovasi. Dua hal ini seolah melekat erat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan. Pemerintah Desa (Pemdes) Randupitu memang dikenal sangat getol melahirkan beragam terobosan demi mendorong kemajuan wilayahnya.

Namun, di tengah gencarnya pembangunan fisik dan teknologi, Pemdes Randupitu tetap konsisten menjaga keseimbangan lewat ikhtiar spiritual.

Ikhtiar batin tersebut rutin dilakukan setiap Kamis Pon. Jajaran Pemdes Randupitu selalu berkumpul di Musala Balai Desa untuk mengikuti agenda bertajuk “Munajat Cinta Pemerintah Desa Randupitu”. Tradisi ini kembali dilaksanakan dengan penuh khidmat pada Kamis Pon, 3 September 2026.

Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, bersama seluruh perangkat desa tampak khusyuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari pembacaan selawat Nabi, istigasah, tahlil, hingga doa bersama.

Fuad menjelaskan bahwa agenda rutin Kamis Pon ini sengaja dibentuk sebagai ruang untuk memperkuat spiritualitas jajaran birokrasi desa. Menurutnya, memimpin pemerintahan dan membangun desa tidak cukup hanya mengandalkan perencanaan matang dan kerja keras, tetapi wajib dibarengi dengan kekuatan doa.

“Kita berikhtiar secara lahir dengan bekerja memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun secara batin, kita juga memohon kepada Allah SWT agar apa yang kita kerjakan selalu diberikan kelancaran, keselamatan, dan keberkahan,” ujar Fuad.

Bagi Pemdes Randupitu, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan formal. Kamis Pon menjadi momen sakral untuk menitipkan berbagai harapan besar pembangunan desa kepada Sang Pencipta. Apalagi, tugas pemerintah desa bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat.

“Yang kita doakan bukan hanya jajaran pemerintah desa, tetapi seluruh masyarakat Randupitu. Semoga semua warga diberikan keselamatan, kerukunan, kelancaran rezeki, dan kehidupan yang jauh lebih baik,” tambahnya.

Saat ini, Desa Randupitu memang tengah tumbuh pesat dengan wajah yang semakin modern. Selain sukses mempertahankan status sebagai Desa Mandiri, desa ini juga dikenal lewat sejumlah inovasi di bidang lingkungan, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga digitalisasi pelayanan.

Berbagai langkah strategis tersebut menunjukkan bahwa pembangunan di Randupitu bergerak secara multisektor. Di saat aspek lingkungan dibenahi dan pelayanan digital didorong, sisi humanis warga juga tetap dirawat.

Bagi Fuad, kemajuan desa dan tradisi Kamis Pon bagaikan dua sisi mata uang yang tidak boleh dipisahkan. Keduanya harus berjalan beriringan.

“Kita ingin Randupitu maju, inovatif, dan memberikan manfaat luas. Namun, nilai-nilai kebersamaan, kerukunan, dan spiritualitas juga harus tetap kita jaga sebagai fondasi,” tegasnya.

Di sinilah program “Munajat Cinta” menemukan esensinya. Jika berbagai program kerja adalah ikhtiar nyata yang terlihat, maka doa bersama merupakan kekuatan tak kasatmata yang menguatkannya. Melalui tradisi ini, Pemdes Randupitu membuktikan bahwa modernisasi desa tidak harus menumbangkan akar tradisi leluhur.

“Teknologi boleh berkembang pesat dan inovasi terus bermunculan, tetapi doa tetap menjadi muara bagi setiap harapan kami,” pungkas Fuad. (por/ind/red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup