Nama Al Fatah Dipanggil, Tangis Sang Ibu Pecah di Gebyar HUT RI Grabagan
SIDOARJO, antaratoday.com — Tak ada yang menyangka pesta rakyat di Lapangan Desa Grabagan, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, Minggu (13/9/2026), akan berakhir dengan tangis haru.
Di tengah riuh ribuan warga yang menunggu pengundian hadiah, nama Al Fatah, remaja berusia 14 tahun, tiba-tiba disebut sebagai penerima hadiah ibadah umrah.
Bukan Al Fatah saja yang terkejut. Sang ibu yang berada di sampingnya langsung tak kuasa menahan air mata. Kebahagiaan bercampur haru pecah di tengah suasana Gebyar HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang sejak siang dipenuhi hiburan dan kegembiraan warga.
Al Fatah merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Bagi keluarganya, kesempatan untuk berangkat umrah tersebut menjadi rezeki yang datang secara tak terduga.
Sang ibu menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas hadiah yang diterima putranya. Bagi keluarga tersebut, hadiah itu bukan sekadar hasil undian, tetapi kesempatan untuk bisa memenuhi panggilan ke Tanah Suci.
Momen haru itu menjadi salah satu bagian yang paling membekas dari Gebyar HUT ke-81 RI Desa Grabagan. Ribuan warga sebelumnya sudah memadati lapangan untuk menikmati parade budaya, hiburan rakyat, bazar UMKM, pasar rakyat hingga pengundian berbagai hadiah.
Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P., yang hadir bersama jajaran Forkopimka Tulangan, ikut menyaksikan kemeriahan tersebut.
Mimik mengapresiasi antusiasme warga Grabagan yang setiap tahun ikut menghidupkan peringatan kemerdekaan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat.
“Desa Grabagan ini ternyata tiap tahun mengadakan acara yang penuh spektakuler dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di antaranya acara parade budaya. Warganya juga selalu disiplin dengan membantu Pemerintah Kabupaten Sidoarjo maupun Pemerintah Desa Grabagan. Antusiasme masyarakat yang hadir sungguh luar biasa,” ujar Mimik.
Bagi warga, perayaan kemerdekaan di Grabagan bukan hanya soal panggung hiburan. Sejak awal, kegiatan juga diisi dengan parade budaya yang melibatkan masyarakat dan menjadi kesempatan untuk menunjukkan beragam kreativitas warga.
Pelaku UMKM pun ikut merasakan ramainya pesta rakyat tersebut. Berbagai produk lokal dijajakan kepada warga yang datang, sehingga kegiatan perayaan kemerdekaan sekaligus menjadi ruang bagi usaha kecil untuk mendapatkan pembeli dan memperkenalkan produknya.
“Kegiatan seperti ini juga memberikan ruang bagi UMKM untuk tumbuh sekaligus menjadi wadah melestarikan seni dan budaya masyarakat. Semoga ekonomi masyarakat semakin bergerak dan Desa Grabagan semakin maju serta warganya semakin guyub dan sejahtera,” kata Mimik.
Bagian pengundian hadiah menjadi salah satu momen yang paling ditunggu warga. Setiap nomor disebut, perhatian warga langsung tertuju ke panggung. Ada yang berharap namanya keluar, ada pula yang sekadar ikut penasaran melihat siapa yang akan membawa pulang hadiah.
Wabup Mimik Idayana turut melakukan pengundian. Salah satu warga yang beruntung adalah Ibu Made yang mendapatkan hadiah sepeda listrik.
Namun, suasana berubah ketika hadiah ibadah umrah diundi. Di tengah keramaian, keluarga Al Fatah akhirnya menerima kabar yang mungkin tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Sang ibu menangis, sementara Al Fatah mendapat ucapan selamat dari warga di sekitarnya.
Mimik pun ikut bersyukur atas keberuntungan yang diterima remaja tersebut. “Selamat kepada ananda Al Fatah. Semoga hadiah umrah ini menjadi berkah. Yang namanya panggilan, dengan cara apa pun, nek wayahe budal pasti budal. Sangat bersyukur sekali, karena umrah ini adalah salah satu panggilan Allah,” tutur Mimik.
Bagi warga Grabagan, momen tersebut menjadi cerita tersendiri dalam perayaan kemerdekaan tahun ini. Pesta rakyat yang awalnya dipenuhi tawa, musik, parade dan keramaian, seketika menyisakan cerita tentang sebuah keluarga yang mendapatkan rezeki tak terduga.
Di Lapangan Desa Grabagan hari itu, kemerdekaan dirayakan dengan cara yang sederhana: warga berkumpul, saling menyapa, menikmati hiburan, mendukung usaha tetangga, melestarikan budaya, dan ikut bergembira ketika keberuntungan datang kepada salah satu dari mereka.
Dan bagi Al Fatah beserta keluarganya, Gebyar HUT ke-81 RI tahun ini akan selalu diingat sebagai hari ketika sebuah nama dipanggil dari tengah kerumunan—dan membawa mereka semakin dekat dengan impian untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci.





























