Pasuruan Jadi Lautan Pecatur, 52 Master Nasional hingga Internasional Unjuk Gigi di Gedung DPRD
PASURUAN, antaratoday.com – Sebanyak 750 pecatur dari seluruh Indonesia memadati halaman Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan untuk berlaga dalam Open Chess Tournament Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097, Sabtu (26/09/2026). Turnamen skala nasional yang berlangsung hingga Minggu (27/09/2026) ini menjadi salah satu magnet terbesar dalam rangkaian perayaan hari jadi kabupaten tahun ini.
Ajang asah otak bergengsi ini diikuti oleh berbagai kelompok umur, mulai dari kategori umum, veteran, junior SD, SMP, hingga SMA. Tidak main-main, persaingan dipastikan sengit dengan hadirnya 52 peserta kategori master, yang mencakup gelar Master Nasional (MN), International Master (IM), hingga Juru Master (JM).
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah strategis untuk menjaring bibit atlet masa depan.
“Melalui olahraga catur, kita ingin menumbuhkan semangat kebersamaan menuju Pasuruan Bangkit Bersama. Menang kalah itu urusan belakang, yang terpenting adalah kehadiran dan kedisiplinan. Kami berharap lahir bibit-bibit atlet dari Pasuruan yang mampu berprestasi di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” ujar Samsul.
Apresiasi tinggi juga datang dari Direktur Turnamen, Henry Sulfianto (Ki Demang). Ia memotivasi para peserta dengan memamerkan prestasi internasional pecatur Jawa Timur.
“Kita sangat bangga, ada Mas Astirof, Children Master (CM) kita yang baru saja menyabet medali perunggu di Cina. Dari Jawa Timur sudah mendunia,” kata Henry.
Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dispora Pasuruan, Mohammad Agus Masjhady, menyampaikan bahwa filosofi catur sangat sejalan dengan visi pembangunan daerah.
“Dalam catur, kita belajar bahwa setiap langkah memiliki konsekuensi dan setiap bidak punya peran penting. Jika Kediri sudah punya Children Master, kami optimis turnamen ini akan melahirkan CM baru asli dari Kabupaten Pasuruan,” ungkap Bupati.
Kompetisi nasional ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari penuh dan diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga catur di Jawa Timur sekaligus mempererat tali persaudaraan masyarakat. (por/red)





























