Progres RSUD Sedati Tembus 25,471 Persen, Wabup Mimik Turun Langsung Cek Kualitas Bangunan

SIDOARJO, antaratoday.com – Pembangunan lanjutan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sedati menunjukkan perkembangan positif. Hingga 20 September 2026, progres fisik proyek mencapai 25,471 persen, berada di atas target rencana pada periode yang sama.

Capaian tersebut menjadi perhatian Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana yang turun langsung mengecek pembangunan RSUD Sedati, Jumat (25/9/2026). Sidak tidak hanya untuk melihat angka progres, tetapi juga memastikan kualitas dan keamanan konstruksi di lapangan.

Mimik datang bersama jajaran Dinas Kesehatan, Forkopimka Sedati, Inspektorat Kabupaten Sidoarjo, pelaksana proyek, serta konsultan pengawas. Sejumlah bagian bangunan diperiksa untuk mencocokkan kondisi fisik dengan laporan pekerjaan.

“Alhamdulillah, progresnya sudah mencapai 25,471 persen. Insya Allah kurang 52 hari lagi sudah terselesaikan sampai lantai dua. Bismillah, mudah-mudahan sesuai dengan target dan semuanya aman,” ujar Mimik.

Berdasarkan keterangan pelaksana, progres tersebut berada di atas target. Project Manager pembangunan RSUD Sedati, Basirul Fuad, menyebut target pekerjaan per 20 September berada di kisaran 22–23 persen, sedangkan realisasi telah mencapai 25,471 persen. Dengan demikian, pekerjaan berada dalam deviasi positif dibanding rencana.

Proyek lanjutan RSUD Sedati dikerjakan PT Jaya Kirana Sakti (JKS) dengan nilai kontrak sekitar Rp42,64 miliar. Kontrak tersebut merupakan kelanjutan pembangunan setelah proyek sebelumnya mengalami kendala sehingga pemerintah daerah kembali melanjutkan pekerjaan pada 2026.

Basirul mengatakan sejumlah pekerjaan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi telah berhasil dilewati. Tahapan berikutnya akan difokuskan pada pekerjaan unit-unit bangunan yang memiliki bobot progres cukup besar.

“Pekerjaan yang berat-berat ini sudah selesai. Tinggal pekerjaan unit-unit yang progresnya besar sehingga kami optimistis bisa selesai sesuai target,” katanya.

Perkembangan proyek ini sebelumnya juga menunjukkan tren kenaikan. Pada pertengahan September, progres pembangunan dilaporkan mencapai 18,20 persen dan telah melampaui target kontrak sebesar 16,89 persen. Pekerjaan di lapangan antara lain mencakup pemasangan bata ringan, fabrikasi aluminium pintu dan jendela, pekerjaan mekanikal-elektrikal, serta pemasangan pipa untuk sistem pemadam kebakaran.

Namun, bagi Pemkab Sidoarjo, kecepatan pekerjaan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan proyek. Kualitas konstruksi dan keamanan bangunan tetap menjadi perhatian utama.

Mimik bahkan melakukan pengecekan langsung terhadap bagian konstruksi. Ia menegaskan material seperti beton dan besi harus sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

“Kualitas bangunan tadi saya cek secara langsung, sudah aman. Sudah saya tes juga. Besi dan beton harus benar-benar sesuai spek,” tegasnya.

Ia meminta pelaksana tidak terlena dengan capaian progres yang telah berada di atas target. Ritme pekerjaan harus dipertahankan hingga seluruh tahapan pembangunan selesai, tanpa mengurangi standar mutu.

RSUD Sedati sendiri menjadi salah satu proyek strategis Pemkab Sidoarjo di sektor kesehatan. Rumah sakit ini diharapkan memperkuat pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sedati dan kawasan sekitarnya.

Perhatian dalam sidak juga menyentuh fasilitas pendukung. Salah satunya musala yang nantinya akan digunakan pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan maupun pengunjung rumah sakit.

“Titip musalanya harus yang terbaik agar bisa menjadi tempat untuk beribadah dan mendoakan kesembuhan pasien,” pesan Mimik.

Dengan progres yang kini telah menembus 25,471 persen, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan angka capaian. Pelaksana dituntut menjaga kecepatan pekerjaan sekaligus memastikan setiap bagian bangunan memenuhi standar konstruksi hingga proyek benar-benar rampung.

RSUD Sedati diharapkan tidak kembali menjadi proyek yang tertunda. Kali ini, setiap kenaikan progres harus berjalan beriringan dengan mutu bangunan dan kesiapan fasilitas yang nantinya bersentuhan langsung dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. (Tom/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup