TPST Krembung Jadi Percontohan, Sampah Warga Tuntas Dikelola Hanya Tiga Jam

SIDOARJO, antaratoday.com– Tak sampai setengah hari, sampah yang diangkut dari rumah-rumah warga Desa Krembung, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, sudah selesai dipilah dan dikelola. Hanya dalam waktu sekitar tiga jam, sampah yang masuk ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Krembung ditargetkan sudah tuntas ditangani.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana SAP saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke TPST Desa Krembung, Rabu (9/9/2026).

Bukan hanya cepat, proses pengelolaan sampah di TPST tersebut juga dinilai mampu menjaga kondisi lingkungan tetap bersih dan tertata. Mimik bahkan mengaku terkesan karena tidak menemukan persoalan yang lazim muncul di lokasi pengelolaan sampah, seperti banyaknya lalat, bau menyengat, maupun polusi udara.

“Baru kali ini saya menjumpai TPST yang bersih. Tidak ada lalat dan terbebas dari polusi udara,” ujar Mimik.

Kepala Desa Krembung Salmiati menjelaskan, kecepatan pengelolaan tersebut tidak lepas dari kedisiplinan tujuh petugas yang setiap hari menangani sampah warga.

Begitu sampah tiba di TPST, petugas langsung melakukan pemilahan. Sampah yang masih memiliki nilai manfaat dipisahkan untuk dimanfaatkan kembali, sedangkan sampah yang tidak dapat digunakan lagi ditangani sesuai mekanisme pengelolaan yang diterapkan.

“Petugasnya sangat antusias, sangat greget. Akhirnya bersih seperti ini. Sampah yang baru diambil dari warga dibawa ke TPST, kemudian langsung dipilah dan dikelola,” jelas Salmiati.

Dengan pola kerja tersebut, sampah tidak dibiarkan menumpuk berlama-lama. Seluruh proses pengelolaan dilakukan pada hari yang sama.

“Tidak sampai satu hari sudah habis dan selesai. Sekitar pukul 10.30 WIB sudah selesai, jadi kurang lebih tiga jam,” pungkasnya.

Bagi Mimik, pola pengelolaan TPST Krembung layak menjadi contoh bagi desa lain. Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah bisa ditangani dari tingkat desa selama ada sistem yang jelas, petugas yang aktif, serta komitmen untuk tidak membiarkan sampah menumpuk.

“Alhamdulillah. Di sini, sampah datang langsung dikelola. Mudah-mudahan gebrakan Desa Krembung ini bisa digetoktularkan ke desa-desa lain,” katanya.

Meski mengapresiasi capaian tersebut, Mimik masih melihat kebutuhan sarana pendukung yang perlu diperkuat. Salah satunya kendaraan operasional untuk mengangkut sampah dari rumah warga.

Saat ini, pengangkutan sampah masih mengandalkan kendaraan sewaan. Karena itu, Mimik berharap dukungan kendaraan pengangkut sampah dapat segera direalisasikan sehingga sistem pengelolaan yang sudah berjalan baik dapat ditopang pelayanan pengangkutan yang lebih optimal.

Mimik pun mendorong pemerintah desa lain di Kabupaten Sidoarjo untuk mengambil pelajaran dari TPST Krembung.

“Ini salah satu contoh, Desa Krembung berhasil. Desa lain juga harus bisa meniru. Kalau Desa Krembung bisa, kenapa desa lainnya tidak bisa,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup