Lima Tahun Penentu Delta Tirta: Cakupan Air Bersih Sidoarjo Ditarget Tembus 50 Persen

SIDOARJO, antaratoday.com– Lima tahun ke depan bakal menjadi periode pembuktian bagi jajaran Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo. Di tengah cakupan pelayanan air bersih yang saat ini masih berada di kisaran 30 persen, perusahaan daerah tersebut dipatok untuk melakukan lompatan besar hingga mendekati atau bahkan melampaui 50 persen.

Bukan hanya memperluas cakupan pelayanan, Delta Tirta juga memasang target sekitar 90 ribu sambungan pelanggan dalam periode 2026–2031.

Target besar itu resmi menjadi bagian dari Kontrak Kinerja dan Surat Pernyataan Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo Masa Kerja 2026–2031 yang ditandatangani di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (3/9/2026).

Namun, ekspansi layanan bukan satu-satunya pekerjaan rumah. Perusahaan juga dituntut membenahi persoalan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW). Sebab, air yang telah diproduksi tidak seluruhnya berujung menjadi layanan yang bisa dimanfaatkan pelanggan.

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ainur Rohman menegaskan, kontrak kinerja harus menjadi instrumen untuk memperbaiki kualitas pelayanan secara nyata.

“Yang paling penting adalah kualitas pelayanan. Apa yang menjadi kekurangan harus bisa diperbaiki, termasuk bagaimana tingkat kehilangan airnya. Harapannya target-target yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” kata Ainur.

Bagi pemerintah daerah, persoalan kehilangan air bukan sekadar masalah teknis jaringan. Tingkat kehilangan air menjadi salah satu indikator penting dalam melihat efektivitas pengelolaan perusahaan sekaligus seberapa optimal air yang telah diproduksi dimanfaatkan untuk masyarakat.

Karena itu, penurunan NRW menjadi salah satu target yang harus dikerjakan secara terukur.

“Kalau tingkat kehilangan air bisa ditekan, itu menjadi salah satu ukuran keberhasilan kinerja. Semua tentu kembali pada bagaimana pelaksanaan kontrak kinerja tersebut,” ujar Ainur.

Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo Luhur Pambudi Mulyono mengatakan target lima tahun telah disusun sebagai peta jalan perusahaan.

Menurut dia, target tersebut tidak bisa dicapai hanya dengan satu langkah. Perusahaan harus melakukan pembenahan secara bertahap, mulai dari sisi jaringan hingga sistem distribusi.

“Target yang ada sudah kita persiapkan untuk lima tahun ke depan dan harus kita laksanakan untuk mencapai target tersebut. Kontraknya sudah jelas dan tentu ada konsekuensinya terhadap capaian kinerja,” tegas Luhur.

Salah satu strategi untuk menekan kehilangan air dilakukan melalui pengaturan tekanan air (pressure) pada jaringan distribusi.

“Contohnya, untuk kebocoran, kita harus mengatur pressure. Ini salah satu upaya untuk menekan kehilangan air sehingga air yang sudah diproduksi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pelayanan masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, Delta Tirta harus mengejar ekspansi pelayanan yang cukup agresif. Saat ini cakupan pelayanan masyarakat masih berada di kisaran 30 persen. Dalam lima tahun, angka itu ditargetkan meningkat hingga mendekati bahkan melewati 50 persen.

Bersamaan dengan itu, perusahaan menargetkan jumlah pelanggan mencapai sekitar 90 ribu sambungan.

Target tersebut menjadi tantangan besar karena perusahaan harus memperluas jaringan sekaligus memastikan infrastruktur yang sudah ada mampu memberikan pelayanan secara optimal.

“Untuk cakupan pelayanan, targetnya 90 ribu sampai lima tahun ke depan. Saat ini masih sekitar 21 ribu target hingga tahun ini, sehingga ini menjadi pekerjaan besar yang harus kami lakukan secara bertahap,” ungkap Luhur.

Dengan demikian, kontrak kinerja lima tahun ini tidak hanya berbicara mengenai target angka, tetapi juga menyangkut kemampuan Delta Tirta menjawab kebutuhan dasar masyarakat terhadap akses air bersih.

Dukungan sumber air juga menjadi faktor penting. Keberadaan sumber air Umbulan menjadi salah satu bagian yang diharapkan dapat menopang keberlanjutan pelayanan air bersih di Sidoarjo.

Namun, peningkatan kapasitas sumber air harus dibarengi dengan kesiapan jaringan distribusi. Tanpa jaringan yang baik, tambahan pasokan tidak otomatis memperluas akses masyarakat.

Karena itu, pembenahan kebocoran, pengaturan tekanan jaringan, penambahan sambungan, serta perluasan cakupan pelayanan menjadi pekerjaan yang harus berjalan beriringan.

Luhur menegaskan, seluruh target dalam kontrak kinerja pada akhirnya diarahkan untuk satu kepentingan: memperbaiki pelayanan publik.

“Yang utama adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat semakin baik, karena hal ini juga masuk di visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo,” pungkasnya.

Lima tahun kini menjadi batas waktu pembuktian. Apakah target 90 ribu sambungan dan cakupan pelayanan di atas 50 persen mampu diwujudkan, sekaligus menekan kehilangan air? Jawabannya akan sangat bergantung pada eksekusi kontrak kinerja yang baru saja diteken.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup