Proyek Gedung HD RSUD Sidoarjo Barat Molor 13 Persen, Wabup Mimik Minta Dikebut
SIDOARJO, antaratoday.com – Pembangunan Gedung Hemodialisis (HD) Lantai 2 RSUD Sidoarjo Barat masih tertinggal dari target pekerjaan. Hingga peninjauan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Rabu (30/9/2026), progres proyek tercatat baru sekitar 22 persen dari target 35 persen.
Keterlambatan tersebut menjadi perhatian Mimik saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pembangunan. Ia meminta pelaksana segera melakukan percepatan dengan menambah tenaga kerja, jam lembur, serta memastikan seluruh material pendukung tersedia.
“Sudah ada keterlambatan 13 persen dari target 35 persen pekerjaan yang harus diselesaikan. Tapi insya Allah akhir Desember 2026 ini sudah selesai semua dan akan dikejar dengan penambahan pekerja, penambahan jam lembur, serta ketersediaan material,” kata Mimik.
Menurutnya, keterlambatan salah satunya dipengaruhi ketersediaan sejumlah material pendukung seperti angkur dan scaffolding yang baru tersedia belakangan. Sementara material utama disebut telah tersedia sehingga pekerjaan dapat kembali digenjot.
Meski mengejar waktu, Mimik mengingatkan percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas konstruksi.
Dalam sidak tersebut, ia memeriksa langsung material yang digunakan, mulai besi, beton hingga bahan pendukung lainnya. Material yang tidak memenuhi spesifikasi diminta tidak digunakan dan segera diganti.
“Karena ini menggunakan anggaran APBD, di mana anggaran APBD ini adalah dari dan untuk masyarakat, jadi kalau membangun harus kualitasnya benar-benar sesuai spesifikasi. Tidak boleh asal-asalan,” tegasnya.
Mimik juga meminta pengawas proyek menjalankan fungsi pengawasan secara ketat. Setiap material harus dipastikan memenuhi standar yang dipersyaratkan, termasuk standar SNI.
“Pengawas harus mengawasi yang benar. Kalau tidak sesuai spesifikasi, bilang dan tolak!” ujarnya.
Ia menyebut material besi yang diperiksa telah sesuai spesifikasi. Demikian pula mutu beton harus memenuhi persyaratan pengujian yang ditetapkan dalam pekerjaan konstruksi.
Selain memeriksa material, Mimik meninjau sejumlah bagian bangunan Gedung HD Lantai 2 yang nantinya terhubung dengan gedung lama melalui skybridge.
Ia juga memberikan masukan terkait penataan lingkungan di sekitar gedung, termasuk pedestrian, ruang terbuka, kawasan masjid, serta pemilihan tanaman. Penataan tersebut diminta tidak mengganggu maupun merusak bangunan dan fasilitas yang telah tersedia.
Mimik berharap percepatan yang dilakukan kontraktor dapat mengejar ketertinggalan sehingga pembangunan Gedung HD Lantai 2 RSUD Sidoarjo Barat selesai sesuai target akhir Desember 2026.
Namun, ia menegaskan kecepatan pengerjaan harus berjalan beriringan dengan kualitas konstruksi.
“Yang penting pekerjaan maksimal dan sesuai spesifikasi. Jangan sampai mengejar waktu tetapi kualitasnya dikorbankan,” tegasnya. (Tom)





























