Proyek Pasar Taman Sidoarjo Molor, Wabup Mimik Geram: Jangan Biarkan Pasar Makin Amburadul
SIDOARJO, antaratoday.com– Kondisi Pasar Taman, Kecamatan Taman, Sidoarjo, belum kunjung dibenahi secara maksimal. Sejumlah proyek pembangunan yang seharusnya mendukung perbaikan kawasan pasar justru berjalan lambat. Dua proyek saluran air bahkan masih mencatat progres 0 persen, sementara pembangunan pagar baru sekitar 25 persen.
Keterlambatan tersebut menjadi perhatian serius Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana SAP saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Pasar Taman, Kamis (10/9/2026). Ia khawatir pekerjaan yang tidak selesai tepat waktu maupun tidak sesuai spesifikasi justru membuat kondisi pasar semakin buruk dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Mimik menegaskan, pembangunan di kawasan pasar seharusnya memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan dan kelancaran aktivitas di dalamnya. Karena itu, proyek yang menggunakan anggaran APBD tidak boleh dikerjakan sembarangan atau dibiarkan tertunda hingga berpotensi menambah persoalan di kawasan pasar.
“Jangan sampai pasar yang kondisinya sudah seperti ini, pekerjaannya malah tambah amburadul,” tegas Mimik.
Dalam sidak tersebut, sedikitnya ada empat titik pekerjaan yang menjadi perhatian, yakni pembangunan pagar, pavingisasi, serta dua proyek pembangunan saluran air. Dari pemantauan di lapangan, progres sejumlah pekerjaan dinilai jauh dari target yang telah ditetapkan.
Pembangunan pagar, misalnya, ditargetkan mencapai sekitar 30 persen, tetapi realisasinya baru sekitar 25 persen. Sementara dua pekerjaan saluran air masih berada di angka 0 persen. Pekerjaan pavingisasi juga dinilai belum menunjukkan perkembangan sesuai target.
Persoalan saluran air menjadi perhatian penting mengingat pekerjaan tersebut berkaitan dengan kondisi kawasan pasar. Jika pembangunan tidak segera dituntaskan, pembenahan lingkungan pasar dikhawatirkan tidak berjalan optimal dan dapat menghambat upaya menciptakan kawasan pasar yang lebih layak bagi pedagang maupun pengunjung.
Mimik pun mempertanyakan keseriusan kontraktor dalam menyelesaikan pekerjaan yang dibiayai APBD Kabupaten Sidoarjo. Ia menegaskan setiap rupiah anggaran daerah harus dipertanggungjawabkan, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun ketepatan waktu.
“Kita di Pasar Taman ini menemukan beberapa pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Temuan-temuan ini akan kita tindak lanjuti agar ke depannya pekerjaan sesuai standar dan lebih baik,” ujarnya.
Ia bahkan mengingatkan kontraktor agar tidak main-main dengan proyek pemerintah. Jika tidak mampu memenuhi komitmen sesuai kontrak, Mimik menyebut opsi pemutusan kontrak harus dipertimbangkan.
“Jangan sampai kita menggunakan anggaran APBD, terus dikerjakan seenaknya. Kalau memang ada proyek yang sudah tidak sesuai dan tidak komitmen, ke depan ya putus kontrak. Jangan main-main dengan menggunakan anggaran APBD,” tandasnya.
Mimik juga menyoroti keterlambatan pembangunan pagar. Menurutnya, pekerjaan tersebut seharusnya sudah rampung pada Agustus 2026. Namun hingga sidak berlangsung, progresnya baru sekitar seperempat pekerjaan. Dua proyek saluran air bahkan belum bergerak.
“Seharusnya pekerjaan itu Agustus kemarin sudah selesai. Faktanya sampai sekarang cuma 25 persen untuk pekerjaan pagar, sedangkan yang saluran air malah 0 persen. Ini sudah menyalahi aturan,” ujarnya.
Selain kontraktor, fungsi pengawasan proyek turut menjadi sorotan. Mimik mendapat informasi bahwa konsultan pengawas telah memberikan teguran tertulis hingga empat kali kepada pelaksana. Namun, teguran tersebut dinilai belum direspons secara serius.
“Pengawas juga sudah bersurat sampai empat kali, tetapi tidak dihiraukan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus lebih tegas lagi,” tegasnya.
Dengan waktu pengerjaan yang tersisa kurang dari dua bulan, Mimik meminta proyek segera dikebut agar tidak semakin berdampak terhadap kondisi Pasar Taman. Namun, ia mengingatkan percepatan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kualitas.
“Harus kejar tayang. Kalau nggak sesuai target, nanti harus disanksi. Sanksinya harus keras. Saya nggak main-main,” katanya.
Mimik memastikan akan kembali memantau langsung perkembangan proyek tersebut. Ia ingin memastikan pembenahan Pasar Taman benar-benar memberikan hasil yang baik, bukan justru menambah persoalan baru bagi kawasan pasar.
“Saya sendiri nanti yang mengawasi. Saya akan cek lagi pekerjaannya,” pungkasnya.





























