TPT Ambles di Tiga Titik, Jalur Randupitu–Kepulungan Gempol Terancam Longsor
PASURUAN, antaratoday.com – Ancaman longsor membayangi jalur penghubung Desa Randupitu–Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Kabunan ambles di tiga titik dengan total panjang kerusakan diperkirakan mencapai 20 meter dan kedalaman sekitar 3 meter.
Dua titik kerusakan bahkan sudah mendekati bibir aspal jalan. Kondisi ini dikhawatirkan semakin membahayakan pengguna jalan, terutama ketika hujan kembali mengguyur dan memperparah amblesnya tanah di sekitar TPT.
Kerusakan tersebut bukan persoalan baru. TPT dilaporkan mulai ambles sejak musim hujan sebelumnya dan terus meluas hingga memicu kekhawatiran pemerintah desa terhadap keselamatan pengendara yang melintas setiap hari.
Sekretaris Desa Kepulungan, Fahruddin Salim, mengungkapkan, kerusakan di lokasi itu telah beberapa kali berkaitan dengan kecelakaan. Sebuah kendaraan roda tiga pernah terperosok hingga terguling ke sungai. Insiden terbaru menimpa seorang karyawan swasta yang mengalami kecelakaan sepeda motor dengan luka cukup berat di bagian kepala.
“Amblesnya TPT sejatinya sudah lama, sejak musim hujan yang terakhir. Makin lama areanya meluas. Kami khawatir jika musim penghujan datang, ambrolnya semakin meluas sampai ke aspal jalan,” kata Fahruddin.
Untuk mengurangi risiko kecelakaan susulan, Pemerintah Desa Kepulungan bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Gempol memasang pita pengaman hitam-kuning dan banner imbauan di sekitar lokasi kerusakan.
Pemasangan tanda peringatan itu menjadi langkah sementara agar pengendara lebih waspada saat melintasi jalur tersebut. Terlebih, kondisi jalan yang menurun dengan permukaan aspal mulus berpotensi membuat pengguna jalan melaju cukup kencang.
“Ini langkah sementara agar tidak terjadi kecelakaan lagi. Kami memasang pita pengaman dan banner peringatan supaya para pengendara lebih waspada,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah desa berencana mengirimkan surat kepada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi untuk mengusulkan perbaikan TPT secara permanen.
Usulan tersebut dinilai mendesak karena kerusakan semakin mendekati badan jalan, sementara datangnya musim hujan dikhawatirkan mempercepat amblesnya tanah dan memperbesar risiko longsor.
“Kami berharap ada penanganan sebelum makin parah. Apalagi, saat musim penghujan datang. Dikhawatirkan mempercepat amblesnya tanah dan memperbesar risiko longsor,” pungkas Fahruddin.





























