Cegah Risiko Sengatan Listrik, Bhabin Kedungkandang Imbau Warga Jauhi Jarak Bahaya SUTT
MALANG KOTA, antaratoday com — Upaya pencegahan risiko keselamatan di sekitar jaringan listrik tegangan tinggi terus digalakkan. Kali ini, langkah antisipasi dini dilakukan di wilayah Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedungkandang, Aiptu Heru Eko, mendampingi perwakilan Unit Layanan Transmisi dan Gardu (ULTG) UPT PLN Malang menggelar sosialisasi manfaat dan keselamatan ketenagalistrikan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Kedungkandang pada Kamis (24/9/2026) ini dihadiri oleh sekitar 60 warga setempat.
Sosialisasi ini menjadi sarana edukasi krusial untuk membangun kepedulian bersama mengenai keberadaan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV. Warga diingatkan mengenai potensi bahaya jika melakukan aktivitas yang tidak sesuai ketentuan di sekitar jalur transmisi tersebut.
Sebagai informasi, SUTT merupakan saluran tenaga listrik menggunakan konduktor di udara dengan tegangan nominal di atas 35 kV hingga 230 kV. Dengan kapasitas 150 kV, jaringan ini membawa tegangan sebesar 150.000 volt yang berfungsi menyalurkan energi listrik antar gardu dalam sistem kelistrikan.
Mengingat besarnya daya tersebut, aktivitas yang terlalu dekat dengan jaringan sangat berisiko. Bahaya yang mengintai antara lain sengatan listrik, lompatan listrik (electrical arcing), hingga gangguan fatal pada pasokan listrik jika ada benda atau bangunan yang masuk ke ruang bebas (jarak aman).
Masyarakat diimbau keras untuk tidak memanjat tower, menerbangkan layang-layang atau drone di sekitar jaringan, serta menghindari penggunaan benda panjang seperti bambu. Selain itu, pengerjaan menggunakan alat berat maupun penanaman pohon di sekitar jalur SUTT wajib memperhatikan ruang bebas yang telah ditentukan.
Aiptu Heru Eko menegaskan bahwa edukasi ini sangat penting agar masyarakat paham tindakan pencegahan dan tahu apa yang harus dilakukan saat menemui kondisi darurat.
“Kami mengimbau masyarakat bersama-sama menjaga keselamatan di sekitar jaringan SUTT. Jangan melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun mengganggu jaringan. Jika menemukan gangguan atau kondisi berbahaya, jangan ditangani sendiri. Segera laporkan ke PLN dan koordinasikan dengan Bhabinkamtibmas,” ujar Aiptu Heru.
Ia menambahkan, sinergi antara masyarakat, PLN, pemerintah kelurahan, TNI, dan Polri adalah kunci utama menciptakan lingkungan yang aman di sekitar jaringan transmisi. Dalam hal ini, Bhabinkamtibmas siap menjadi penghubung cepat jika ditemukan persoalan di lapangan.
Agenda ini turut dihadiri oleh Lurah Kedungkandang, Babinsa, Ketua RW 01 hingga RW 07, tokoh masyarakat setempat, serta jajaran PLN UPT Malang. Melalui sosialisasi ini, kesadaran dan partisipasi aktif warga diharapkan dapat meminimalisir potensi kecelakaan maupun gangguan pada jaringan SUTT sejak dini. (Yasin/red)





























