Deltras FC Bidik Liga 1, Pemkab Sidoarjo Minta Manajemen Buka Roadmap dan Keuangan
SIDOARJO, antaratoday.com – Target Deltras FC menembus Liga 1 memasuki fase yang lebih serius. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyatakan kesiapan mendukung perjuangan The Lobster, tetapi meminta manajemen klub lebih dulu membuka peta jalan yang jelas, termasuk kondisi keuangan, rencana kompetisi, hingga strategi jika promosi benar-benar terwujud.
Permintaan tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi setelah menerima audiensi Deltamania di ruang Transit Pendopo Delta Wibawa, Rabu (23/9/2026). Menurutnya, target promosi tidak cukup hanya dibangun dari ambisi di lapangan, tetapi harus ditopang manajemen profesional dan visi klub yang terukur.
“Deltras ini kan milik Sidoarjo, rumah kita bersama. Kita harus bergerak bareng mulai dari tingkat desa, kecamatan, sampai kabupaten. Tetapi, ini tidak akan berhasil kalau tidak ada keterbukaan dari manajemen,” kata Subandi.
Deltras saat ini masih berlaga di Championship 2026/2027 atau kasta kedua kompetisi sepak bola nasional. Pada musim ini, klub memperkenalkan skuad baru dengan target promosi, sementara Leonard Tupamahu dipercaya sebagai pelatih kepala.
Bagi Pemkab Sidoarjo, dukungan terhadap Deltras harus dibangun di atas perencanaan yang jelas. Karena itu, manajemen klub diminta memaparkan roadmap secara terbuka sebelum pembicaraan mengenai dukungan pemerintah daerah dilanjutkan lebih jauh.
Subandi menyebut sejumlah hal yang perlu dibahas bersama, mulai dari kondisi keuangan, rencana menghadapi kompetisi, strategi setelah putaran kompetisi berakhir, hingga kesiapan klub apabila berhasil mendapatkan tiket promosi ke Liga 1.
“Manajemen harus mau duduk bersama. Kami ingin melihat kejelasan rencana jangka pendek dan jangka panjang seperti apa. Transparansi keuangan, rencana seusai leg kedua, hingga kesiapan jika berhasil promosi ke Liga 1. Semuanya harus jelas,” tegasnya.
Pertemuan antara Pemkab Sidoarjo, manajemen Deltras FC, dan Deltamania direncanakan berlangsung paling lambat pekan depan.
Langkah tersebut menjadi penting karena perjalanan menuju Liga 1 bukan hanya persoalan membangun skuad kompetitif. Deltras juga perlu memastikan kesiapan organisasi, finansial, infrastruktur, hingga aspek profesionalisme klub.
Subandi juga menyoroti posisi manajer dan jajaran pengelola klub. Menurut dia, pengelolaan klub profesional membutuhkan orang-orang yang memiliki pengalaman serta jaringan luas di dunia sepak bola.
“Manajer tidak bisa dicomot begitu saja. Harus diisi orang yang punya kemampuan dan pengalaman sepak bola. Punya jejaring luas, serta menguasai pengelolaan logistik,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa dukungan terhadap Deltras tidak hanya diarahkan pada target jangka pendek di kompetisi. Pemkab menginginkan adanya fondasi pengelolaan yang mampu menopang klub dalam jangka panjang.
Apalagi, Deltras telah menyatakan ambisi membangun klub dengan berbagai aspek pendukung. Dalam kompetisi 2026/2027, manajemen memperkenalkan 30 pemain dan membawa tema “Kembali ke Hati Darjo” untuk mendekatkan kembali klub dengan masyarakat Sidoarjo.
Dari tribun suporter, tuntutan terhadap Deltras juga mengarah pada konsistensi. Ketua Umum Deltamania Moh. Firdaus Azzabidy menilai potensi Deltras sangat besar karena memiliki basis suporter dan dukungan masyarakat yang kuat.
Namun, potensi tersebut menurutnya tidak akan maksimal tanpa sinergi nyata antara pemerintah daerah, manajemen, suporter, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kami melihat potensi Deltras sangat besar. Suporternya ada. Masyarakat Sidoarjo juga punya kecintaan terhadap Deltras. Tetapi, sinergi antara pemerintah daerah, manajemen, dan pemangku kepentingan lainnya harus dibuktikan secara nyata,” katanya.
Firdaus juga meminta manajemen memiliki keberanian membangun tim untuk jangka panjang. Salah satunya dengan mempertahankan pemain yang menunjukkan performa positif dan menjaga stabilitas tim kepelatihan.
“Jangan sampai pemain yang performanya sedang naik justru dijual. Pelatih yang sudah bekerja dengan baik juga jangan mudah diganti. Kita ingin ada arahan yang jelas dan perencanaan yang baik,” tegasnya.
Bagi Deltamania, target Deltras tidak semestinya berhenti pada sekadar bertahan atau bersaing di Liga 2. Ambisi yang dibawa suporter adalah membangun klub secara bertahap agar mampu bersaing menuju kasta tertinggi.
“Kami optimistis, bukan sekadar berharap. Potensi Sidoarjo besar. Tinggal bagaimana kita semua bergerak bersama menuju Liga 1,” pungkas Firdaus. (Tom)





























