Deviasi 9 Persen, Bupati Subandi Kejar Betonisasi Jalan Kebonagung-Kemasan

SIDOARJO, antaratoday.com – Pekerjaan betonisasi ruas Jalan Kebonagung-Kemasan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, berpacu dengan waktu. Proyek yang ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2026 itu masih menghadapi deviasi keterlambatan sekitar 9 persen.

Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung mengecek proyek tersebut, Selasa (6/10/2026). Ia meminta keterlambatan segera dikejar dan seluruh kendala di lapangan tidak boleh dibiarkan berlarut.

Ruas jalan yang dibeton memiliki panjang sekitar 1.050 meter dengan lebar 6 meter. Saat sidak, Subandi mengecek kesiapan pekerjaan, mulai pembesian hingga persiapan pengecoran.

Salah satu kendala yang sebelumnya memengaruhi progres adalah keberadaan tiang listrik bertegangan tinggi di sekitar lokasi pekerjaan. Persoalan tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang membuat progres proyek tertinggal.

Subandi meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak menunggu persoalan membesar. Setiap deviasi harus segera diketahui penyebabnya dan dikomunikasikan secara berkala.

“Kalau ada deviasi, harus segera diketahui persoalannya apa. Apakah tenaga kerja atau material. PPK harus terus melakukan pengawasan. Kalau memang ada deviasi, setiap minggu harus dikomunikasikan dan dicari solusinya,” tegas Subandi.

Ia juga meminta pemetaan progres dilakukan secara berkala. Menurutnya, pengawasan proyek tidak cukup dilakukan ketika pekerjaan sudah mendekati akhir masa kontrak.

“Targetnya Desember, kontraknya sampai tanggal 16. Ini masih bulan Oktober. Mudah-mudahan deviasi 9 persen ini bisa kita kejar,” ujarnya.

Di lokasi, Subandi turut mencermati detail konstruksi pembesian. Berdasarkan penjelasan pelaksana, pembesian menggunakan besi ulir diameter 16 milimeter dengan jarak pemasangan sesuai ketentuan teknis.

Subandi meminta data konstruksi dibuat lebih detail agar pelaksanaan fisik dapat dicocokkan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis.

“Data konstruksinya harus detail. Pembesiannya seperti apa, jaraknya berapa, kemudian spesifikasi betonnya juga harus jelas. Dengan begitu, kita bisa melihat kesesuaiannya dengan RAB dan pekerjaan di lapangan,” katanya.

Betonisasi ruas Kebonagung-Kemasan sendiri merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur jalan Kabupaten Sidoarjo 2026. Dokumen spesifikasi teknis Pemkab Sidoarjo menyebut ruas tersebut merupakan bagian dari koridor Kebonagung-Tambak Kemerakan yang mengalami peningkatan lalu lintas, termasuk akibat aktivitas industri dan pergerakan kendaraan barang.

Sebelumnya, Pemkab Sidoarjo memasukkan ruas Kebonagung-Kemasan sebagai salah satu proyek betonisasi yang ditujukan untuk memperkuat jalur dengan beban lalu lintas relatif tinggi. Program tersebut menjadi bagian dari penanganan sejumlah ruas jalan strategis di Sidoarjo pada 2026.

Kini pekerjaan memasuki tahapan betonisasi. Subandi meminta seluruh jajaran teknis dan pelaksana bergerak lebih cepat agar keterlambatan sekitar 9 persen dapat dikejar tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan.

“Kuncinya PPK harus aktif. Kalau ada deviasi segera dikomunikasikan dan dicari penyelesaiannya,” pungkasnya. (Tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup