Pasar Kepulungan Usai Terbakar, Ketua DPRD Pasuruan Siapkan 3 Skema Anggaran Pemulihan

PASURUAN, antaratoday.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan bergerak cepat menyusun strategi pemulihan ekonomi pascakebakaran hebat yang meluluhlantakkan Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol. Tiga opsi pembiayaan kini disiapkan untuk mempercepat rekonstruksi fisik pasar agar ratusan pedagang yang terdampak bisa segera kembali berjualan di lokasi semula.

Langkah taktis tersebut dirumuskan langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, saat meninjau langsung sisa-sisa bangunan lapak yang hangus terbakar pada Selasa (29/9/2026). Dalam kunjungannya, legislatur dari fraksi PKB ini memetakan tiga jalur pembiayaan potensial, yaitu Bantuan Keuangan Khusus (BKK), Belanja Tidak Terduga (BTT), serta stimulan logistik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Sebenarnya ada tiga opsi perencanaan pembiayaan untuk rekonstruksi Pasar Kepulungan ini. Pertama lewat BKK, kedua lewat BTT, dan ketiga bantuan dari BPBD yang biasanya berbentuk stimulan barang,” ujar Samsul Hidayat di sela-sela peninjauannya di lokasi.

Samsul menegaskan bahwa opsi pemanfaatan dana BTT menjadi solusi paling realistis untuk pemulihan cepat. Namun, mekanisme ini mensyaratkan adanya penetapan status kondisi darurat melalui Surat Keputusan (SK) resmi dari Bupati Pasuruan. Merespons hal tersebut, pihak legislatif mengaku telah membangun komunikasi intensif dengan jajaran eksekutif.

“Jika statusnya sudah di-SK-kan oleh Bupati sebagai kondisi darurat, maka anggaran BTT baru bisa direalisasikan. Kami sudah berkoordinasi langsung dengan Mas Bupati Pasuruan agar peristiwa kebakaran ini dimasukkan kategori bencana darurat, karena hal ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” kata politisi yang akrab disapa Lek Sul tersebut.

Sementara untuk skema pembiayaan melalui BKK, regulasinya mengharuskan pengajuan masuk ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Anggaran jalur ini hanya dapat dicairkan apabila pemerintah desa setempat telah menginput usulan program tersebut sejak tahun 2025 lalu.

Sembari menunggu kepastian anggaran jangka panjang, DPRD dan Pemkab Pasuruan juga memprioritaskan penanganan darurat jangka pendek. Penanganan pembersihan area pasar saat ini masih menunggu selesainya proses investigasi dan pemeriksaan dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polri guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.

“Prioritas terdekat kami adalah menunggu hasil pemeriksaan Labfor selesai. Setelah itu, kami segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membersihkan puing-puing sisa kebakaran. Kebutuhan mendesak seperti terpal untuk para pedagang juga langsung kami penuhi hari ini,” tambah Samsul.

Menyadari keterbatasan APBD, DPRD Pasuruan turut membuka peluang kolaborasi pembiayaan non-pemerintah. Pihak dewan akan memaksimalkan regulasi daerah yang ada untuk menjaring kontribusi sektor swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kabupaten Pasuruan sudah memiliki Perda TJSL. Oleh karena itu, kami bersama Mas Bupati akan berkomunikasi dengan badan-badan usaha dan industri di sekitar kawasan Gempol untuk ikut berpartisipasi membantu pemulihan pasar desa ini,” urainya.

Sebagai langkah penanganan awal di hari yang sama, bantuan darurat berupa 15 lembar terpal dari BPBD Kabupaten Pasuruan telah tiba di lokasi bencana. Penyerahan bantuan logistik ini disaksikan langsung oleh Ketua DPRD bersama Kepala Desa Kepulungan, Sekretaris Desa, Ketua BUMDes, serta jajaran pengelola pasar setempat.

Di sisi lain, desakan untuk mempercepat proses pembangunan disuarakan oleh para pedagang yang kehilangan tempat usaha. Kebakaran besar yang terjadi pada Sabtu (26/9/2026) siang itu diperkirakan menghanguskan sekitar 300 kios dan lapak pedagang. Para pedagang menolak opsi relokasi dan berharap bisa kembali berdagang di titik semula

“Kami ingin pasar ini segera dibangun kembali oleh pemerintah. Harapan terbesar kami adalah tidak ada pemindahan lokasi atau relokasi. Kami ingin tetap berjualan di sini seperti sebelum musibah kebakaran terjadi,” harap Sugiyadi, salah satu pedagang pasar terdampak.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup