Setelah Waru-Candi, Sidoarjo Bidik 10.500 Jaringan gas Baru di Krian-Tropodo
SIDOARJO, antaratoday.com — Program jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di Kabupaten Sidoarjo mulai memasuki tahap pengoperasian dengan 7.223 sambungan rumah (SR) di Kecamatan Waru dan Candi. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kini tak ingin program tersebut berhenti pada dua wilayah itu.
Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan Pemkab Sidoarjo akan mendorong perluasan jargas, termasuk mengusulkan pembangunan sekitar 10.500 sambungan rumah baru di wilayah Krian, termasuk Tropodo.
Hal itu disampaikan Subandi saat mendampingi Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Dudung Abdurachman dalam peresmian sekaligus pengoperasian jargas di Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Jumat (18/9/2026).
“Insya Allah tahun 2027, Sidoarjo mendapatkan program jargas lagi,” harap Subandi.
Saat ini, sebanyak 7.223 SR menjadi bagian dari bantuan pemerintah pusat untuk Sidoarjo. Angka tersebut sebelumnya ditetapkan Kementerian ESDM dalam program pembangunan jargas 2025–2026.
Subandi menilai program tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain akses energi yang lebih praktis, penggunaan jargas disebut dapat menekan pengeluaran rumah tangga dibandingkan penggunaan LPG.
Ia pun meminta dukungan pemerintah pusat terhadap program tersebut terus berlanjut sehingga cakupan penerima manfaat di Sidoarjo semakin luas.
“Terutama pengembangan jargas di wilayah Sidoarjo,” ujarnya.
Dorongan perluasan itu juga sejalan dengan pesan pemerintah pusat. Dudung meminta jaringan yang sudah dibangun tidak hanya selesai pada tahap pemasangan, tetapi harus dijaga keandalan pasokan dan kualitas layanannya.
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) selaku operator diminta memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik seiring bertambahnya pelanggan.
Dudung juga menegaskan pemasangan jaringan gas menuju rumah penerima manfaat tidak dipungut biaya. Masyarakat diminta melaporkan apabila ada pihak yang meminta bayaran atas pemasangan jaringan tersebut.
“Pemasangan jaringan pipa itu gratis dan tanpa biaya. Kalau ada oknum yang memanfaatkan situasi ini, segera dilaporkan,” tegasnya.
Bagi Sidoarjo, perluasan jargas juga memiliki konteks lebih besar. Program nasional tersebut menjadi bagian dari target pemerintah membangun jaringan gas rumah tangga dalam jumlah besar untuk menyediakan akses energi yang lebih terjangkau sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG tabung.
Karena itu, Subandi berharap usulan tambahan jargas untuk Krian dan Tropodo dapat direalisasikan pada program berikutnya. Dengan tambahan sekitar 10.500 SR yang diusulkan, cakupan penerima manfaat di Sidoarjo akan semakin luas.
“Insya Allah tahun 2027, Sidoarjo mendapatkan program jargas lagi,” ujar Subandi.(Tom)





























